Pengkaburan Nasab Anak dalam Praktik Adopsi dan Implikasinya terhadap Waris

Studi Kasus Desa Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir Riau

Authors

  • Jefriansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Iwan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59996/al-fiqh.v4i3.1262

Keywords:

Child Adoption, Lineage Obfuscation, Islamic Law, Indonesian Positive Law

Abstract

This study analyses child adoption practices in Tanah Putih Tanjung Melawan Village, Rokan Hilir Regency, Riau, and the implications of lineage obscuration for inheritance rights under Islamic law and Indonesian positive law. It is normative legal research employing statutory and conceptual approaches, supported by field data obtained through interviews, observation, and documentation involving adoptive parents and community leaders. The data were analysed qualitatively through condensation, display, and conclusion drawing, and validated through source, technique, and time triangulation. The findings show that adoption is carried out through customary mechanisms without court orders. From the perspective of ḥifẓ al-nasab, some adoptive parents conceal the child’s origin and attribute the child to themselves; from the perspective of ḥifẓ al-māl, property is transferred through gifts (hibah), savings, and bequests; and from the perspective of maṣlaḥah, the benefits of care are diminished by unclear lineage. Lineage obscuration leads to uncertainty over the child’s legal status, errors in determining heirs, and inheritance disputes with blood relatives. This study affirms that adopted children should be protected through hibah and obligatory bequests (Article 209 of the Compilation of Islamic Law) while preserving their identity as required by Article 40 of the Child Protection Law.

References

Achmad, N. S., & Sabri, F. A. (2025). Pemberian harta waris terhadap anak angkat ditinjau dari Kompilasi Hukum Islam dan hukum perdata. Al-Muqaranah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Islam, 3(2)

Al-Bukhārī, M. I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Beirut: Dār Ibn Kathīr.

Al-Rasyid, F., Riyadi, D. R., Puncak, P., Japarudin, & Syabibi, R. (2025). Sistem kekerabatan dan nasab perspektif Islam. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 4(6), https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/3194

Al-Zuḥailī, W. (1985). Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh (Juz 8). Damaskus: Dār al-Fikr.

Assim, U. M., & Sloth-Nielsen, J. (2014). Islamic kafalah as an alternative care option for children deprived of a family environment. African Human Rights Law Journal, 14(2), 322–345.

Atikah, I. (2022). Metode penelitian hukum. Sukabumi: CV. Haura Utama

Bargach, J. (2002). Orphans of Islam: Family, Abandonment, and Secret Adoption in Morocco. Lanham: Rowman & Littlefield.

Daud, Z. F. M., & Azahari, R. (2018). Wasiat wajibah kepada anak angkat: Analisis terhadap keputusan dan metode penghakiman dalam kes No 459/Pdt.G/2013/PTA Sby. Jurnal Fiqh, 15, 41–60.

Faturrahman, N., & Kasmarani, Y. (2022). Perlindungan hukum dan pencegahan tindak kekerasan terhadap anak angkat dalam hubungan keluarga. Ta'zir: Jurnal Hukum Pidana, 6(1), https://doi.org/10.19109/tazir.v6i1.13017

Fauzul, F., Muqrir, A., & Mustari, A. (2026). Kedudukan anak hasil program embryo adoption dalam nasab dan hak waris menurut fikih kontemporer. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(1). https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.451

Fauzul, Muqrir, A., & Abdillah. (2026). Kedudukan anak hasil program embryo adoption dalam nasab dan hak waris menurut fikih kontemporer. JIMMI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin, 3(1), https://doi.org/10.71153/jimmi.v3i1.448

Febyani, A. P., & Sasmito, S. A. (2025). Pengangkatan anak tanpa penetapan pengadilan: Tinjauan hukum positif dan hukum Islam (Studi kasus Desa Balun, Banjarnegara). El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 11(2), https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih/article/view/2666

Febyani, A. P., & Sasmito, S. A. (2025). Pengangkatan anak tanpa penetapan pengadilan: Tinjauan hukum positif dan hukum Islam (studi kasus Desa Balun, Banjarnegara). El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 11(2), https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih/article/view/2666

Ghozali, M., Firdaus, M. I., Mas’ad Saleh, M. A., & Mahad Musa, Z. (2024). Kajian perbandingan hak warisan anak angkat di Indonesia dan Malaysia. Malaysian Journal of Syariah and Law, 12(3), 726–738. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol12no3.1164

Hamka. (1982). Tafsir Al-Azhar (Juz IV). Jakarta: Pustaka Panjimas

Hannifa, V. S., Najwan, J., & Qodri, M. A. (2022). Hak Waris Anak Angkat dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Indonesia. Zaaken: Journal of Civil and Business Law, 3(1)

Hehanussa, et.al. (2023). Metode Penelitian Hukum. Bandung: Widina Bhakti Persada

Husna, Q. N., Ridho, M. M., & Isfihani, I. (2025). Tinjauan hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam terhadap hak waris anak angkat di Desa Bakalan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Tana Mana, 6(2). https://doi.org/10.33648/jtm.v6i2.1127

Isroyan, D., & Mutho`, I. (2026). Praktik pengangkatan anak di Kabupaten Pacitan: Implikasi administrasi kependudukan terhadap perwalian nikah dalam perspektif fiqh munakahat. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2). https://doi.org/10.46773/34k46t59

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya (Edisi Penyempurnaan 2019). Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Moleong. L., J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Muslim, I. al-Ḥ. (t.t.). Ṣaḥīḥ Muslim (Taḥqīq M. F. ‘Abd al-Bāqī). Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.

Mutho‘, I. (2026). Perwalian nikah anak angkat dan perlindungan nasab: Analisis maqāṣid al-sharī‘ah terhadap praktik administrasi kependudukan di Pacitan. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 7(2

Nabila, M. F., Hidayah, F. N., Herani, A. P., Prasetyo, Y. O., & Maharani, M. T. (2025). Prosedur dan akibat hukum pengangkatan anak yang tidak diketahui dengan jelas orang tuanya. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(2). https://doi.org/10.61722/jmia.v2i2.4299

Nashrulloh, F. (2021). Konsep birru al-wālidain menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta). Universitas Muhammadiyah Surakarta Repository

Pratama, I. E. (2025). Analisis pemikiran Muhammad Syahrur tentang pembagian warisan 2:1 perspektif hukum Islam (Tesis, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau). Repository UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Rahmi, A., & Chairunnisa. (2023). Hukum waris perdata. UMSU Press.

Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur’an (Vol. 10). Jakarta: Lentera Hati.

Sugiyono (2019), Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Edisi ke-2 Bandung: Alfabeta.

Syaltut, M. (2001). Al-Fatāwā. Kairo: Dār al-Syurūq.

Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.

Peraturan Menteri Sosial Nomor 110/HUK/2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak.

Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak.

Staatsblad 1917 Nomor 129 tentang Pengangkatan Anak.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Wawancara. ( 2026), GL selaku Kepala Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), SP selaku pengadopsi anak yang terjadi di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), NR selaku pengadopsi anak yang terjadi di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), ZS selaku ketua adat di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), YT selaku pengadopsi anak yang terjadi di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), RPG selaku pengadopsi anak yang terjadi di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), SM selaku pengadopsi anak yang terjadi di Desa Tanah Putih

Wawancara. ( 2026), [inisial informan] selaku informan kasus sengketa kewarisan anak angkat di Desa Tanah Putih

Downloads

Published

2026-10-25